PROFIL
 
PRODI DIII OT
 [OKUPASI TERAPI]
 
PRODI DIII TW
 [TERAPI WICARA]
 
FASILITAS
 
SENAT MAHASISWA
 
ALUMNI
 
RISET
WEB LINKS
 
  
 

   KOMPETENSI MAHASISWA
1.  Mampu mengidentifikasi komponen-komponen proses observasi klinis
2.  mampu menjelaskan keterampilan      observasi klinik pada proses evaluasi
3.  mampu membedakan tipikal perilaku      perkembangan fisik, kognitif,      perseptual dan      psikososial normal      dan ada gangguan
4.  mampu menjelaskan respon pasien/klien dalam menerima tindakan terapi
5.  Mampu menjelaskan bagaimana hubungan pasien/klien dengan orang lain
6.  mampu menjelaskan peran pemeriksaan pada proses okupasi terapi
7.  mampu menjelaskan perbedaan dan persamaan alat-alat evaluasi terstandar dan      tidak terstandar
8.  mampu melakukan pemeriksaan dengan alat evaluasi terstandar dan tidak      terstandar
9.  mampu mengidentifikasi problem yang perlu mendapatkan terapi
10. mampu memadukan performance yang mengalami deficit dengan media yang      dipilih untuk terapi
11. mampu mengidentifikasi komponen yang mengalami deficit yang menghambat       performance
12. mampu mengidentifikasi dan menentukan berbagai posisi terapeutik
13. mampu menunjukkan teknik memindah dan bodi mekanik yang benar
14. mampu memadukan posisi dan melakukan terapi yang benar
15. mampu melakukan tes refleks primitive
16. mampu menjelaskan pengaruh refleks primitive terhadap perkembangan
17. mampu merencanakan jenis-jenis media terapi pada pasien/klien
18. mampu menunjukkan teknik-teknik feeding
19. mampu menjelaskan pentingnya koordinasi antara menyerap, menelan dan       bernapas
20. mampu menjelaskan urutan perkembangan ketrampilan tangan
21. mampu menentukan tindakan terapi untuk memfasilitasi perkembangan       ketrampilan tangan
22. mempu memadukan perkembangan ketrampilan tangan dengan aktifitas fungsional
23. mampu menjelaskan perkembangan kemampuan menulis
24. mampu menganalisa komponen-komponen performance menulis
25. mampu menunjukkan teknik yang digunakan untuk fasilitasi perkembangan       ketrampilan tangan
26. mampu menentukan dan membedakan antara basic activities of daily living and       instrument activities of daily living
27. mampu menentukan tujuan untuk meningkatkan kemandirian dalam melakukan       aktifitas sehari-hari
28. mampu menjelaskan teknik pendekatan yang digunakan untuk menentukan deficit       aktifitas sehari-hari
29. mampu menunjukkan teknik ‘forward and backward chaining’ yang digunakan untuk       meningkatkan kemampuan mengerjakan aktifitas sehari-hari
30. mampu mengidentifikasi alat-alat bantu yang diperlukan untuk mengerjakan       aktifitas sehari-hari
31. mampu mengadaptasi aktifitas yang diperlukan untuk terapi
32. mampu menyebukan sumber (dari mana) alat tersebut dapat diperoleh
33. mampu memahami teknik memperbaiki perilaku (behavior)
34. mampu menentukan solusi alternative untuk pasien/klien yang mengalami       gangguan perilaku
35. mampu menyebutkan pengaruh cultural keluarga atau ‘caregiver’ pada teknik       memperbaiki perilaku (behavior)
36. mampu menentukan disorder sensory integration, sensorimotor, dan sensory       modulation
37. mampu menganalisa komponen sensorik pada aktifitas yang digunakan dalam       treatment sensori integrasi klasik
38. mampu mendesain aktifitas terapeutik dengan menggunakan prinsip-prinsip       sensori integrasi
39. mampu menjelaskan peran dan fungsi okupasi terapis di sekolah dan tempat kerja
40. mampu menggunakan pendekatan kompensasi dan edukasi di sekolah dan tempat      kerja
41. mampu melakukan evaluasi dan tindakan terapi dini
42. mampu mengidentifikasi aset dan limitasi pasien/klien yang mempengaruhi terapi
43. mampu menentukan tujuan terapi pada pasien/klien baik untuk individu maupun       group
44. mampu memberikan terapi pada pasien/klien baik untuk individu maupun group
45. mampu mengidentifikasi dan menggunakan bermacam-macam alat mobilitas
46. mampu melakukan pemeriksaan visual
47. mampu melakukan tindakan terapi pada pasien/klien dengan gangguan visual
48. mampu melakukan pemeriksaan pendengaran
49. mampu melakukan tindakan terapi pada pasien/klien dengan gangguan       pendengaran
50. mampu melakukan interview dengan keluarga atau caregiver dalam upaya       mengumpulkan informasi
51. mampu menentukan topic terapi yang menarik dan dibutuhkan oleh pasien/klien
 

© JURUSAN OKUPASI TERAPI POLTEKKES SURAKARTA 2007