| |
|
|
| |
KOMPETENSI MAHASISWA |
1. Mampu
mengidentifikasi komponen-komponen proses
observasi klinis
2. mampu menjelaskan keterampilan observasi
klinik pada proses evaluasi
3. mampu membedakan tipikal perilaku
perkembangan fisik, kognitif, perseptual
dan psikososial
normal dan ada gangguan
4. mampu menjelaskan respon pasien/klien
dalam menerima tindakan terapi
5. Mampu menjelaskan bagaimana hubungan
pasien/klien dengan orang lain
6. mampu menjelaskan peran pemeriksaan
pada proses okupasi terapi
7. mampu menjelaskan perbedaan dan persamaan
alat-alat evaluasi terstandar dan tidak
terstandar
8. mampu melakukan pemeriksaan dengan
alat evaluasi terstandar dan tidak terstandar
9. mampu mengidentifikasi problem yang
perlu mendapatkan terapi
10. mampu memadukan performance yang
mengalami deficit dengan media yang
dipilih untuk
terapi
11. mampu mengidentifikasi komponen yang
mengalami deficit yang menghambat performance
12. mampu mengidentifikasi dan menentukan
berbagai posisi terapeutik
13. mampu menunjukkan teknik memindah
dan bodi mekanik yang benar
14. mampu memadukan posisi dan melakukan
terapi yang benar
15. mampu melakukan tes refleks primitive
16. mampu menjelaskan pengaruh refleks
primitive terhadap perkembangan
17. mampu merencanakan jenis-jenis media
terapi pada pasien/klien
18. mampu menunjukkan teknik-teknik
feeding
19. mampu menjelaskan pentingnya koordinasi
antara menyerap, menelan dan bernapas
20. mampu menjelaskan urutan perkembangan
ketrampilan tangan
21. mampu menentukan tindakan terapi
untuk memfasilitasi perkembangan ketrampilan
tangan
22. mempu memadukan perkembangan ketrampilan
tangan dengan aktifitas fungsional
23. mampu menjelaskan perkembangan kemampuan
menulis
24. mampu menganalisa komponen-komponen
performance menulis
25. mampu menunjukkan teknik yang digunakan
untuk fasilitasi perkembangan ketrampilan
tangan
26. mampu menentukan dan membedakan
antara basic activities of daily living
and instrument
activities of daily living
27. mampu menentukan tujuan untuk meningkatkan
kemandirian dalam melakukan aktifitas
sehari-hari
28. mampu menjelaskan teknik pendekatan
yang digunakan untuk menentukan deficit
aktifitas sehari-hari
29. mampu menunjukkan teknik ‘forward
and backward chaining’ yang digunakan
untuk meningkatkan
kemampuan mengerjakan aktifitas sehari-hari
30. mampu mengidentifikasi alat-alat
bantu yang diperlukan untuk mengerjakan
aktifitas sehari-hari
31. mampu mengadaptasi aktifitas yang
diperlukan untuk terapi
32. mampu menyebukan sumber (dari mana)
alat tersebut dapat diperoleh
33. mampu memahami teknik memperbaiki
perilaku (behavior)
34. mampu menentukan solusi alternative
untuk pasien/klien yang mengalami gangguan
perilaku
35. mampu menyebutkan pengaruh cultural
keluarga atau ‘caregiver’
pada teknik memperbaiki
perilaku (behavior)
36. mampu menentukan disorder sensory
integration, sensorimotor, dan sensory
modulation
37. mampu menganalisa komponen sensorik
pada aktifitas yang digunakan dalam
treatment sensori
integrasi klasik
38. mampu mendesain aktifitas terapeutik
dengan menggunakan prinsip-prinsip sensori
integrasi
39. mampu menjelaskan peran dan fungsi
okupasi terapis di sekolah dan tempat
kerja
40. mampu menggunakan pendekatan kompensasi
dan edukasi di sekolah dan tempat
kerja
41. mampu melakukan evaluasi dan tindakan
terapi dini
42. mampu mengidentifikasi aset dan
limitasi pasien/klien yang mempengaruhi
terapi
43. mampu menentukan tujuan terapi pada
pasien/klien baik untuk individu maupun
group
44. mampu memberikan terapi pada pasien/klien
baik untuk individu maupun group
45. mampu mengidentifikasi dan menggunakan
bermacam-macam alat mobilitas
46. mampu melakukan pemeriksaan visual
47. mampu melakukan tindakan terapi
pada pasien/klien dengan gangguan visual
48. mampu melakukan pemeriksaan pendengaran
49. mampu melakukan tindakan terapi
pada pasien/klien dengan gangguan pendengaran
50. mampu melakukan interview dengan
keluarga atau caregiver dalam upaya
mengumpulkan
informasi
51. mampu menentukan topic terapi yang
menarik dan dibutuhkan oleh pasien/klien |
| |
|
|
|